Sabtu, 22 Oktober 2016

Pelaut Diminta Mutakhirkan Sertifikat

Image result for apa yg harus dilakukan pelaut indonesia

Pelaut Diminta Mutakhirkan Sertifikat


JAKARTA - Para pelaut Indonesia diminta segera memutakhirkan sertifikat pelaut sesuai dengan Konvensi Internasional tentang Standar Latihan, Sertifikasi, dan Dinas Jaga untuk Pelaut (Standards of Training, Certifitation and Watchkeeping/STCW) 1978 Amandemen Manila 2010.

"Para pelaut tersebut tidak akan bisa berlayar apabila masih belum meng-update pada 1 Januari 2017. Para pelaut bisa melakukan updating kompetensinya sesuai standar STCW paling tidak sampai 31 Desember 2016," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Wahyu Satrio Utomo, Jumat (16/10).

STCW Amandemen Manila 2010 merupakan standar sertifikasi pelaut terkini yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO). Dengan adanya ketentuan tersebut, mulai 1 Januari 2017, sertifikat kompetensi ataupun sertifikat keterampilan yang belum di-update sesuai standar STCW Amandemen Manila 2010 dinyatakan tidak berlaku.

Ia mengatakan, untuk memperbarui sertifikatnya, para pelaut bisa mendatangi sekolahnya tempat menimba ilmu kepelautan. Saat ini para pelaut yang sudah memutakhirkan sertifikatnya baru mencapai 5.000 pelaut dari total yang tercatat sekitar 16.676 pelaut. Pemutakhiran juga sebaiknya segera dilakukan oleh pelaut-pelaut nasional yang bekerja di kapal asing.

Di sisi lain, BPSDM mengakui  RI masih kekurangan pelaut apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain, seperti Filipina yang sudah bisa mencetak dua juta pelaut dalam setahun. Sebaliknya, Indonesia yang hanya,570.000 pelaut. "Padahal jika dilihat luas wilayah lautnya sangatlah jauh, Indonesia jauh lebih luas dibandingkan Filipina," kata Wahyu.

Disebutkan, pelaut Indonesia yang bekerja di kapal asing pun hanya mencapai 378.000 pelaut dibandingkan dengan Filiphina dengan angka 400.000 laut. Kendala utama masih kurangnya pelaut Indonesia karena sekolah pelaut hanya mampu mencetak 7.000 lulusan per tahun. “Untuk itu kita akan mengupayakan menambah sekolah pelayaran dan meningkatkan kualitas sekolah," katanya.
Saat ini terdapat 10 sekolah pelaut di Indonesia dan akan ditambah di daerah Minahasa Selatan, Padang Pariaman, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Kebutuhan pelaut pada 2015 dalam negeri, yakni 16.000 pelaut dan luar negeri 88.552 pelaut, sementara pada 2019 kebutuhan pelaut dalam negeri menjadi 64.897 pelaut dan luar negeri 93.478 pelaut. 


Sumber : Sinar Harapan

CURHAT SANG PELAUT

CURHAT SANG PELAUT

I am a seaman which have studying hobby, reading and sharing and then I want to share my experienced to all people who need seaman  knowledge so I will share  in my personal blog, it be able to reach my aspiration
ehmmm….ngomong2 aku kangen juga update sama blog ini sudah satu tahun tidak di update cuma hanya bisa moderasi komen dan menjawab sebagian pertanyaan  dari teman2 pelaut atau calon pelaut, ( lagi mengejar mimpi nih ceritanya )  selain itu sibuk banget kalau sudah kerja di kapal pesiar tapi khusus malam  ini aku maksa banget meluangkan waktu tuk buka forum atau curhat para pelaut lebih detil aku akan berusaha menjawab dan berikan arahan mumpung baru pulang ke tanah air klo dah keliling eropa dan amerika uuh..capcay dech..pinginya jalan2 mulu hehe…
Sebelumnya minta maaf bagi teman2 yang sudah add Facebook aku belum sempat confirm ada ratusan pertanyaan dan ratusan teman minta di confirm sekarang lebih baik pertanyaannya ke forum ini aja supaya pertanyaan yang sama bisa terjawab bahkan bukan aku aja yang boleh jawab bagi para pelaut yang sudah pengalaman dibidangnya boleh jawab semoga para pelaut Indonesia lebih banyak lagi kan bisa nebelin dompet ente2 juga ya🙂 …disini share gratis ga dipungut biaya ya
Garis besarnya aja ya :
Kan sudah aku tulis tuh di artikel tentang teknis, syarat serta bagaimana trik nya supaya cepat kerja di kapal pesiar artinya jangan sampai tertipu oleh agen atau oknum yang tidak bertanggung jawab suka sedih dengernya banyak calon pelaut di tipu makanya aku ingin di share ini supaya gak jadi korban penipuan intinya kalian jangan gampang percaya harus teliti dulu. Disini aku hanya bisa curhat hanya untuk para calon seaman Holland America Line saja tuk kapal pesiar lainnya aku gak  bisa jawab soalnya kerjanya juga di kapal ini betul??? kan  jadi tolong pertanyaannya yang simple dan sebelum bertanya baca dulu pertanyaan2 teman diatas siapa tahu pertanyaan sama jadi aku gak jawab dua kali oke…
Oh ya jangan menyebutkan bio data dll cukup bertanya atau share disini aku bukan seorang perekrut kerja atau agen tapi aku salah satu crew kapal pesiar Holland America Line di Housekeeping Department function aku di Statroom Attendant kalau di Hotel darat bisa dikatakan Room Boy gtoo coy…
Gak terasa udah jam 2 am niih,,,,
oke sekali lagi sebelum bertanya baca daftar isi dulu disana aku dah jelasin di artikel mengenai persyaratan kerja,triknya,biaya ke kapal biaya untuk dokumen, training  aku pikir dah lengkap share nya tapi kalau kurang jelas silahkan tanyakan disini soalnya pikirannya lagi muter- muter hihiii…
Pesan ku:
Get knowledge free, then share your knowledge.
Dan.. sekedar anda hanya meninggalkan kommentar pada setiap postingan di blog ini, itu adalah suatu apresiasi bagi ku. Dan apabila anda menemukan tulisan – tulisan yg tidak sesuai di blog ini, dengan sangat senang hati saya membutuhkan saran dan kritik yang membangun dari anda.
Sekali lagi terimakasih banyak, sukses dan jaya selalu pelaut Indoneisa.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke blog sederhana ini
Wasalam : Kang Agus

https://ehkangagus.wordpress.com/curhat-sang-pelaut/

Cuma Pelaut yang Bisa.....

Cuma Pelaut yang Bisa.....

Cuma Pelaut yang Bisa.....

Menjadi Pelaut adalah pilihan, meskipun harus menempuh proses yang cukup panjang dan melelahkan, serta memakan biaya yang tidak sedikit tetap saja cucu-cucu nenek moyang bangsa Indonesia yang memang tersohor dibidang kebahariannya sejak dulu kala masih banyak yang ingin menjadi seorang Pelaut. 

Pelaut Indonesia Berphoto Narzis Disela-sela Tugasnya Hamparan luas samudera merupakan ladang bagi Pelaut, tak pandang kapal digoyang topan badai, Pelaut harus tetap tegar menjalankan tugasnya, menjadi seorang Pelaut yang tahan akan goncangan atau ombak biasanya dilantik oleh alam, seperti manusia normal lainnya biasanya pada saat pertama kali join untuk berlayar diatas kapal Pelaut pemula pasti mengalami Seasick atau mabuk laut, dan seluruh isi perut biasanya akan keluar, namun itu tidak akan berlangsung lama, cukup sekali seumur hidup, dan hari-hari berikutnya ombak, alun, topan maupun badai merupakan santapan ringan yang hanya datang sewaktu-waktu disaat cuaca tidak bersahabat. Banyak hal-hal unik  yang mungkin cuma bisa dirasakan bila anda menjalani profesi sebagai seorang pelaut, dibanding dengan profesi-profesi lainya cuma Pelaut yang Bisa.....: 

1. Mengelilingi Dunia 3 x dalam setahun Wooow, mungkin hal yang tidak mungkin dilakukan profesi lainya, selain Pelaut, anda mungkin berpikir seorang Pilot pesawat terbang pun bisa melakukannya, mungkin saja ya tapi perbedaannya adalah Pilot Pesawat mengeliling dunia tanpa bisa menikmati pemandangan atau panorama negara-negara yang dikelilinginya sementara Pelaut, bukan saja bisa menikmati panorama keindahan negara-negara yang menjadi tempat kapalnya berlabuh tetapi pelaut juga bisa berinteraksi dengan penduduk dan masyarakat sekitar meski berbeda budaya dan bahasa, bahkan tidak sedikit Pelaut Indonesia yang mendapat pasangan hidup dari negara yang disingahinya tersebut. Berdasarkan pengalaman penulis bekerja diatas kapal Pesiar Holand America Line biasanya Round the World Cruise memakan waktu kurang lebih 4 bulan, dan biasanya kapal berlabuh di 20 sd 30 Pelabuhan manca negara. 13912787041908423547 Crew Kapal Pesiar yang berasal dari Multy Nasionality Menyanyikan lagu 
13912787041908423547 2. Mempunyai teman dari 190 Negara Sangat memungkinkan bagi Pelaut mempunyai teman dari 190 negara yang berbeda, karena selain Crew kapal yang berasal dari berbagai suku bangsa, khususnya pelaut yang bekerja diatas kapal pesiar setiap cruise bisa berinteraksi dengan sekitar 1000 sd 3000 penumpang kapal atau passenger yang juga berasal dari manca negara, bisa dibayangkan jika 1 cruise memakan waktu seminggu sampai denga 10 hari, berapa banyak penumpang dari berbagai macam negara yang bisa ditemui dan dijadikan sahabat oleh seorang Pelaut. 
1391279846727652664 3. Mengenalkan Tradisi dan Budaya Indonesia Mungkin bila anda pertama berkunjung ke Costa Rica, Brazil, Cozumel, Fiji, St. Petersburg Rusia atau  negara-negara lainnya yang sering menjadi tempat singgah Pelaut indonesia akan terkejut bila tiba-tiba mendengar alunan musik dangdut dari salah satu Bar atau Restaurant tempat mangkal Pelaut Indonesia. Hal tersebut terjadi bukan karena si raja dangdut bang Hj, Rhoma Irama pernah konser dinegara tersebut tetapi pelaut Indonesia lah yang membawa kepingan CD untuk diputar saat mereka melepas lelah dan bergembira bersama ditempat tersebut. Karena memang musik nya yang unik dan bisa menghinoptis orang untuk bergoyang, banyak Bar-Bar atau restaurant yang menjadikan musik Dangdut sebagai music untuk menarik para pelanggan yang bukan saja berasal dari Indonesia tetapi juga dari manca negara. Bahkan beberapa pengusaha Bar maupun restaurant sering kali titip CD ataupun DVD music dangdut untuk bisa terus update lagu-lagu yang membawa keberuntungan bagi restaurant mereka. 1391279846727652664 Pelaut Have Fun saat Off duty 

4. Have Fun Every Off Duty.... Kembali Penulis ingin mengatakan " Wooow " untuk hal yang satu ini, jangan langsung disalah artikan, mungkin juga ini yang menjadi inspirasi pengarang lagu "Balada Pelaut"... memang tidak bisa disangkal, sebagian Pelaut bagaikan kuda dilepas dari kandangnya saat mereka Off Duty atau mendapatkan day off alias libur untuk 1 sessi kerja, karena Off Duty merupakan kesempatan yang ditunggu-tunggu pelaut, namun perbedaannya Off Duty untuk pelaut tidak seharian penuh melainkan hanya beberapa jam saja, dan setelah itu mereka harus kembali bekerja. 

Berbagai macam cara Pelaut menghabiskan waktu saat mereka Off Duty, ada yang keluar besama teman-teman untuk makan direstaurant yang menyajikan makanan khas Indonesia atau oriental, ada juga yang nongkrong di Crew Bar saat kapal berada ditengah laut, atau melancong ke Bar-Bar yang memutar musik dangdut saat kapal berlabuh, Mencari Telpon Umum untuk bisa mendengar suara anak dan istri tersayang, tapi ada juga yang memanfaatkannya untuk tidur sampai waktu kerja berikutnya dan hmmm ada pula seperti image yang digambarkan lagu " Balada Pelaut"... menjadi petualang cinta.he.he.. 

Masih banyak lagi hal-hal unik yang cuma Pelaut bisa mendapatkannya saat mereka mencari nafkah mengarungi 7 samudera, dengan berkembang pesatnya tehnology dan mudahnya sarana telekomunikasi pada masa sekarang ini pelaut dengan mudah bisa berkomukasi dengan keluarga yang ditinggalkan dirumah sehingga bisa sedikit mengurangi rasa Home Sick atau kangen rumah. 

Memang banyak hal-hal menyenangkan yang bisa didapat seseorang yang berprofesi sebagai pelaut, namun tidak sedikit juga hal-hal menyedihkan seperti ditelantarkan para pemilik kapal saat perusahaan perkapalan yang dimilikinya mengalami kebangkrutan, tidak dibayarkannya upah, Updating dan Upgrading sertifikasi pelaut sesuai dengan tuntutan regulasi IMO (International Maritime Organization) dan hal-hal lainnya yang memberatkan profesi pelaut. Namun seorang Pelaut haruslah tetap tegar, suka maupun duka sudah merupakan kosekwensi dari pilihan jalan hidup untuk menjadi seorang Pelaut. Keep Move On Pelaut Indonesia, Pelaut Jaya, Indonesia Jaya.... www.iscforum.org (Photo: Dokumentasi ISCF)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/admarine/cuma-pelaut-yang-bisa_552a5fcc6ea834f326552d63

Kamis, 20 Oktober 2016

KPI Usul Gaji Pelaut Naik Dua Kali Lipat Sesuai ILO

KPI Usul Gaji Pelaut Naik Dua Kali Lipat Sesuai ILO


Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) minta Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan bersama unsur lembaga tripartit lainnya segera merumuskan standar upah bagi para pelaut yang bekerja di kapal-kapal nasional. Lembaga tripartit nasional di sektor perhubungan meliputi unsur pemerintah (Kementerian Perhubungan), pengusaha pelayaran (INSA) dan serikat pekerja di kalangan pelaut.

"KPI telah beberapa kali menyampaikan usulan gaji pelaut berdasarkan ukuran kapal (tiga kategori) kepada Menteri Perhubungan. Draft terakhir disampaikan pada Oktober 2015, tapi hingga sekarang tidak ada respon dari Kemenhub," kata Presiden  Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Capt Hasudungan Tambunan di Jakarta, Rabu (16/12).

Hasudungan merinci, untuk kapal berukuran 150-500 GT (Goss Tonage), upah pokok juru mudi Rp 1,25 juta. Ditambah tunjangan normatif (lembur dan libur), serta tunjangan non normatif (berlayar dan premi muatan), maka total upah seorang juru mudi minimal Rp 2,3 juta sebulan. 

Untuk kapal berukuran 500-2.000 GT, upah pokok juru mudi diusulkan Rp 2 juta. Ditambah tunjungan normatif dan non normatif, maka total upahnya minimal sekitar Rp 5 juta sebulan.
Sedang untuk kapal berukuran 2.000 GT ke atas, upah pokok juru mudi Rp 3 juta. 

Ditambah tunjungan normatif dan non normatif, maka total upahnya minimal sekitar Rp 5,5 juta sebulan. Tapi untuk kapal-kapal nasional yang melakukan pelayaran internasional (ocean going), lanjut Hasudungan, harus mengikuti standar upah yang ditetapkan ILO. Sampai akhir 2015 upah pokok untuk juru mudi sebesar US$ 592. Ditambah tunjungan, total upahnya menjadi US$ 1.038 sebulan.

"Mulai 1 Januari 2016, ILO menaikkan upah bagi pelaut yang bekerja di kapal-kapal ocean going. Untuk juru mudi, upah pokoknya naik dari US$ 592 menjadi US$ 614 sebulan,” tambahnya.

Sementara itu, Hanafi Rustandi sebagai Ketua Federasi Serikat Pekerja Transport Internasional (ITF) Asia Pasifik juga mendesak pemerintah Indonesia segera meratifikasi konvensi ILO tentang Pekerja Maritim atau MLC (Maritime Labour Convention). Konvensi yang ditetapkan ILO tahun 2006 ini mulai Agustus 2014 telah diterapkan di seluruh dunia, setelah 30 negara meratifikasi konvensi tersebut.

"Kalau Indonesia tidak segera meratifikasi MLC, kapal-kapal berbendera Indonesia tidak bisa berlayar ke luar negeri, karena akan menghadapi pemeriksaan ketat oleh PSC (Port State Controle) di pelabuhan asing. Bila ternyata kapal-kapal itu tidak memenuhi standar ketentuan MLC akan dikenakan sanksi, bahkan kapal ditahan,” tegasnya. 

Hanafi memberikan contoh ditahannya sejumlah 2 kapal milik perusahaan pelayaran Indonesia di luar negeri saat ini. Antara lain,  MV. Kayu Ramin/bendera Panama di pelabuhan Dubai dan MV. Kayu Putih/bendera Indonesia dielabuhan Qinhuangdao-Cina. Kedua Kapal tersebut meskipun berbeda bendera negaranya, sama-sama milik perusahaan Indonesia.

"Kapal-kapal tersebut ditahan karena PSC menemukan berbagai pelanggaran. Antara lain gaji pelaut tidak dibayar, persediaan makanan & air minum terbatas, akomodasi & perlengkapan dapur tidak memenuhi standar kesehatan dan lain-lain,” jelasnya.

Hanafi juga menjelaskan bahwa di kapal MV. Kayu Putih, ternyata nakhoda dan sebagian besar awaknya adalah orang asing. Ini jelas melanggar pasal 136 UU No. 17/2008 (Pelayaran), karena kapal berbendera Indonesia wajib diawaki 100 persen oleh pelaut Indonesia.

Untuk itu, Hanafi juga minta Kemenhub menertibkan kapal-kapal Indonesia yang menggunakan kru asing. "Pemerintah harus tegas menindak kapal yang jelas-jelas melanggar UU Pelayaran,” tandasnya.

Lambannya pemerintah meratifikasi MLC, lanjut Hanafi, menyebabkan banyak pemilik kapal meregistrasikan kapalnya di luar negeri, misalnya di Singapura. Dia mendesak Menhub untuk bertindak tegas mencegah ulah pemilik kapal tersebut karena melanggar UU Pelayaran dan negara dirugikan dari sektor pajak.

Selain itu, Hanafi juga minta pemerintah  mengembalikan armada kapal Pertamina dalam mengangkut minyak dan gas di dalam negeri. Jangan lagi dipercayakan kepada kapal asing. "Wibawa merah putih harus ditegakkan,” tutupnya. [sam]

http://www.rmol.co/read/2015/12/17/228449/KPI-Usul-Gaji-Pelaut-Naik-Dua-Kali-Lipat-Sesuai-ILO-

Rabu, 19 Oktober 2016

2017, Seluruh Pelaut Wajib Berstandar STCW Amandemen Manila 2010


2017, Seluruh Pelaut Wajib Berstandar STCW Amandemen Manila 2010

Dengan adanya tuntutan standar pelaut yang ditetapkan International Maritime Organization(IMO). Pelaut dunia termasuk dari Indonesia harus mengikuti syarat dan ketentuan Standards of Training, Certifitation and Watchkeeping (STCW) Amandemen Manila 2010.

Mulai tanggal 1 Januari 2017, sertifikat kompetensi (COC) ataupun sertifikat keterampilan (COP) yang belum di-update mengikuti standar STCW Amandemen Manila 2010 diangap tidak berlaku, sehingga para pelaut tersebut tidak akan bisa berlayar. Para pelaut bisa melakukan updatingkompetensinya sesuai standar STCW paling tidak sampai tanggal 31 Desember 2016.

“Untuk itu, beberapa unit pelaksana teknis (UPT) Badan Pengembangan SDM Perhubungan siap memfasilitasi dan menyelenggarakan diklat kepelautan sesuai standar IMO tersebut. Mereka membuka program pendidikan singkat atau short course mengenai berbagai kemampuan dan keahlian pelaut,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo di Jakarta.

Seluruh kampus pelaut di bawah BPSDM Perhubungan, lanjutnya, sudah diakui sebagai regulator sektor pelayaran niaga nasional untuk menyelenggarakan diklat profesi dan kemampuan pelaut.
“Pelaut Indonesia yang akan mengikuti diklat kepelautan mulai tingkat dasar sampai mahir bisa dilayani dan dilakukan di kampus-kampus dalam negeri milik BPSDM Perhubungan. Artinya, kemampuan dan profesionalisme sekolah pelaut Indonesia sudah diakui dunia international,” kata Tommy, sapaan akrab dia.
Adapun kampus pelaut yang mendapat pengakuan untuk menyelenggarakan diklat pelaut di lingkungan BPSDM Perhubungan adalah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Balai Besar Peningkatan Penyegaran dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, PIP Makassar, Politeknik Pelyaran (Poltekpel) Surabaya, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang, BP2IP Barombong, BP2IP Sorong, dan BP2IP Malahayati.
“Kampus-kampus tersebut, selain menyelenggarakan pendidikan regular, juga membuka diklat jangka pendek dan menengah sampai ke tingkat mahir. Selain sudah diakui, lulusannya juga diterima di perusahaan pelayaran kelas dunia,” jelas Tommy.
Menurutnya, kualitas kampus pelaut sama dan sederajat, bukan hanya kampus di wilayah barat Indonesia, tapi juga di wilayah timur Indonesia.
“BP2IP Sorong misalnya, baru akan mewisuda taruna regular angkatan pertama. Tapi, untuk diklat pelaut jangka pendek sudah ratusan siswa yang diluluskan dan mereka bekerja di seluruh dunia,” tegas Tommy.
sumber :kemenperla

http://www.suarapilardemokrasi.com/2015/06/2017-seluruh-pelaut-wajib-berstandar.html

Mengecek sertifikat pelaut

lowongan kerja pelaut di kapal passanger
Mengecek sertifikat pelaut

Mengecek sertifikat  pelaut online

Beberapa waktu yang lalu website sertifikat pelaut online berganti wajah,domain name yang tadinya pelaut.go.id sekarang di rubah menjadi sub domain name yakni pelaut.dephub.go.id.

Ada perbedaan sedikit dengan cara yang sekarang,kita tidak perlu login lagi,cukup memasukan kode pelaut (10 digit angka  nomer  sertifikat pelaut).

Lebih detailnya lihat keterangan dibawah 

1. Seafarer Code 
     Untuk mendapatkan Seafarer Code anda bisa lihat angka yang  ada di atas kanan sertifikat,  diawali                dengan angka 62xxxxxxxxxxxx, 

     Seafarer code  yakni 10 digit pertama  yang diawali dari angka 62 yang merupakan kode negara                      Indonesia, contoh  6201023456.

2.  Masukan alamat url  http://pelaut.dephub.go.id di browser kesayangan.
     akan terbuka jendela home page  seperti gambar di bawah

3. Langkah Ketiga  masukan Seafarer Code (10 digit ) di kolom Search Document Seafarer.
    Lihat pada tanda panah yang berwarna merah atau klik gambar untuk memperbesar

4. Langkah terakhir Klik Tombol Submit tunggu sampai halaman baru terbuka yang berisi  detail sertifikat           pelaut. lihat gambar di bawah ini.


Demikian cara membuka / mengecek sertifikat pelaut online di www.dephub.go.id.
Jika anda mengalami kesulitan,anda bisa  membuka sertifikat pelaut lewat blog ini. Lihat widget kanan atas,di kotak pencarian tinggal masukan kode pelaut,kemudian klik tombol submit selesai, mudah bukan?.

Pelaut Lakukan Aksi Demo, Inilah Tuntutan Mereka?


Pelaut Lakukan Aksi Demo, Inilah Tuntutan Mereka?

Jakarta, eMaritim.com – Pelaut Indonesia yang tergabung dalam Pergerakan Pelaut Indonesia lakukan aksi demo di depan gedung Istana Merdeka dan gedung Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Pusat di Cikini, Jakarta, Rabu (27/04/2016).

Kurang lebih ratusan massa pelaut yang bergerak melakukan aksi tuntutannya di depan Gedung Istana dan mereka yang  mengenakan pakaian putih dan ikat kepala bertuliskan 'pelaut' melakukan aksi selanjutnya dengan berkonvoi menuju Gedung KPI Pusat di Cikini Jakarta. Kurang lebih 9 bus Metro Mini dikerahkan, dan 100 motor pelaut yang melakukan aksi konvoi demo.

Dalam hal ini pelaut menginginkan pemberian upah minimum gaji kepada Kapten, Anak Buah Kapal (ABK), dan tunjangan hari tua sesuai dengan MLC 2006 yang telah di tetapkan dunia, namun sampai saat ini belum MLC 2006 belum di ratifikasi di Indonesia

Fauzan (28) yang juga bekerja di perusahaan asal Korea Cham Xiung City mengungkapkan banyak keluhan yang dirasakan pelaut saat ini, mulai dari upah yang diberikan perusahaan, tunjungan hari tua, dan keselamatan terhadap pelaut itu sendiri yang dinilainya kurang di perhatikan.

"kami melakukan orasi ini agar Presiden mendengar keluhan kita, dan segera laksanakan itu MLC 2006 di Indonesia, karena agar gaji ABK ini jangan sampai masih ada yang dibawah 1 juta, karena untuk ambil sertifikat saja sudah mahal, masa gajinya segitu," ungkapnya kepada eMaritim saat orasi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Dirinya juga menegaskan terkait masalah ABK ini bahwa keselamatan pelaut juga perlu menjadi perhatian khusus, terutama pelaut yang masih di tahan oleh kelompok Abbu Sayyaf di Filipina, "itu teman teman kita, kita perlu bela, pemerintah harus segera bebaskan itu teman kita," katanya.

KPI Harus di Revolusi

Selain dari masalah MLC 2006 yang di tuntut pelaut pelaut tersebut, ada masalah yang juga turut menjadi permintaan para pelaut tersebut kepada Presiden RI, yakni dengan merombak semua para pengurus KPI yang dinilainya tidak menghasilkan pengaruh terhadap pelaut.

"KPI itu seharusnya menjadi wadah pelaut, tapi mana nyatanya, kita tak melihat hasil kinerja dari KPI, pokoknya bubarkan semua para pengurus KPI, kita lakukan revolusi, ganti para pekerjanya yang kredibel dan kita (para pelaut) harus tau itu semua," katanya.

Masih terkait dengan itu para pelaut ini juga menginginkan ketua KPI harus di pecat karena dinilai tidak bekerja untuk wadah pelaut, para pendemo juga mengatakan ketua KPI sebagai mafia, "itu kita juga mau ketua KPI itu harus di turunkan segera ganti dan rombak yang baru, dan kita wajib tahu, dan kita yang wajib memilih," tuturnya.

Seperti diketahui bahwa ketua KPI Pusat yang mereka anggap adalah Hanafi, namun pergerakan mereka adalah dari dukungan KPI Perjuangan yang ada di Jakarta Utara, eMaritim menggali lebih dalam sejauh mana mereka paham dengan perbedan dari KPI Pusat yang ada di Cikini dan KPI Perjuangan yang ada di Jakarta Utara.

Namun dari kebanyakan para pelaut yang berdemo, mereka tidak mengetahu pasti siapa ketua dari KPI Pusat di Cikini dan siapa ketua KPI Perjuangan yang ada di Jakarta Utara, yang mereka tahu adalah kami mendapat dukungan penuh dari KPI Perjuangan, dan menuntut agar KPI Pusat segera di Revolusi semua susunan pekerja didalamnya.

Yona Amri (43), pelaut yang sedang meneruskan pendidikan ATT III di BP3IP ini menilai bahwa KPI Pusat tidak ada kerjanya untuk para pelaut, masalah yang paling booming saaat ini adalah pelaut yang ditahan oleh Abbu Sayyaf juga dinilainya KPI tak berjuang untuk pembebasan para sandera yang juga merupakan pelaut.

Yona mengungkapkan tak tahu siapa ketua KPI saat ini, yang dia tau adalah masih Hanafi, dirinya harapkan dari demo ini semoga pelaut melihat titik terang dari tuntutanna segera disahkan ratifikasi MLC 2006 dan revolusi jajaran pekerja KPI. "saya harapkan semua tuntutan kami ini di kabulkan oleh Presiden RI," tuturnya.

Saat ditanyakan ke beberapa pendemo, jika ketua KPI diganti maka siapa yang pantas menggantikannya ? Mereka serempak mengatakan Pak James yang pantas jadi ketua KPI karena sebagai pemimpin demo.(Rhp)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India